Kucing liar dikasih makan sama anak kecil.
Kucing liar membalas budi dengan menukarkan jiwanya dengan jiwa si anak kecil agar terbebas dari kematian kerna badai salju.
Yang mengabarkan hal itu roh penjaga hutan
cara baca pertama :anak kecil memanaskan susu dan perapian. uhm...kemana ortunya? (ingat pesan ortu : jangan main api selama mama papa pergi)
cara baca kedua : remaja putri, terkurung di hutan kerna badai salju. Pertanyaan yg sama di mana ortunya? untuk sesuatu yg selalu dilakukannya di saat winter, itu so silly bisa terjebak. Memangnya badai salju di hutan bisa tiba-tiba sesegera padat? ini lagi membicarakan orang yang biasa hidup mencari kayu di hutan di saat winter, kan?
belum lagi kata-kata yang menggambarkan ia tidak bisa bergerak, membeku...kemudian menemukan lubang pohon yang 'harusnya' besar untuk ukuran tubuhnya, kan?...ah!
cara baca ketiga : woman, terkurung di hutan kerna badai salju. ah ya, ini paling mungkin. tapi kan di narasinya, girl...
cara baca pindah ke kemungkinan crita ini fantasi : ok saja siy. darkfantasi. semacam remaja yang senang membantu makhluk lain tapi tanpa disadarinya bantuannya itu membuat nyawa si makhluk bisa digunakan mengganti nyawanya yang terancam. makanya dia gak takut melakukan hal-hal yang bisa membahayakan jiwa.
he.he...panjang ya komentar gw ^_^
heuheu, baru dengan asumsi begitu gw bisa lancar bacanya.
ps. dari pada bolong logika mungkin plot yang tidak bisa dipercaya?
err...kok pointnya gak ke rekam ya? missed dari hp?
Ho...saya juga juga nggak pernah berpikir rating usia cerita ini tu apa. Btw, thanks sudah berkomentar, elbintang! Melihat dari komentarmu & yang lain, sepertinya kisah ini memang kurang ok, ya?
Btw, logika yang bolong tu bagian mana, ya?
Haha, thanks maximus! Setelah grammar, kini saya akan mulai mempelajari gaya penceritaan. Btw, ni cerita hampir semuanya kubuat lewat HP, jadi maaf ya kalau jelek. XD
Haha terlalu kaku, ya? Mungkin saya bisa mengeksplor diksinya lebih banyak lagi. Jujur saja, saya belum pernah sekali pun menyelesaikan membaca satu novel berbahasa Inggris :).
Tadinya gw pikir crita ini lumayan untk ukuran crita sederhana utk anak2. Bahasanya polos. Tapi kemudian.com gw menemukan kejanggilan yg tdk dkhususkan untk crita anak, malah bs jadi horor. Kerna bagian ekspresi si anak yg datar liat kucingnya mati d dgr suara penjaga hutan.
Tapi pada akhirnya gw berkesimpulan crita ini dbuat dgn ekspresi bhs inggris yg belum benar. Lebih bnyk ekspresi bhs indonesia yg dipindahbhskan saja.
Uuuh.....
.
kak herjuno, saya setuju ama chie kalau grammarnya no mistake at all, tapi gaya penceritaannya kaku, soalnya sama kaya kak anggra saya juga sering baca novel bahasa inggris >_< , jadi ngerasa gak enak aja bacanya , kurang mengalir kak
.
Mungkin kakak isa sering baca novel english yang bener2 bahasa inggris :), bukan terjemahan. Atau kalau ga sempet beli, baca aja yang online. Kalau mau liat contohnya ada di halaman profil saya bagian favourite novel :)
hmm... juno, maafkan diriku bila komenku kali ini agak sotoy.. >.<
.
aku sering baca novel2 berbahasa inggris, jadi kalo aku membandingkannya dengan novel2 yang kubaca itu, narasimu ini kedengaran kaku. kesannya seperti terjemahan kasar cerita berbahasa indonesia.
(walaupun rasanya memang gak adil kalo aku ngebandingin kamu dengan penulis bule profesional sih.)
.
selain itu aku agak ngerasa si gadis kok kesannya dingin banget ya? padahal kucing itu mati demi dirinya. dan dia cuma bilang,
"I see," said the girl. She looked at the cat's body. "So, you actually paid your debt...," she then picked the cat up.
.
hyaaa~ ampuuunn >.<
Dalam rangka berusaha mencapai tingkat teratas hierarki kebutuhan Maslow: Aktualisasi Diri
Sekilas tentang saya
Namaku Herjuno Tisnoaji, biasa dipanggil Juno. Delapan belas tahun. Sekarang terdaftar sebagai mahasiswa Psikoloogi UGM. Gaya bahasaku...hm, beragam tergantung mood dan genre, tapi biasanya tidak terlalu sulit seperti punyanya Pramudya Ananta Toer, bahkan cenderung dinamis meskipun tidak terlalu ekstrem. Genre yang paling sering ditulis: teenlit (yakni semua yang karakter utamanya remaja--terlepas apakah temanya seputar percintaan atau bahasa naratif tak baku). Aku paling hobi buat kisah-kisah melankolis dan "nyikologis", tapi aku susah kalau disuruh buat tulisan komedi (apalagi plesetan dari buku yang udah ngetop dan self-personlit) atau horor. Sekarang memiliki proyek novel teenlit, fantasi, dan sci-fi. Oke, terima kasih dan mohon bantuannya. Yoroshiku ne!
siap
Bolong logika itu...mungkin gw-nya yg lebay
Kucing liar dikasih makan sama anak kecil.
Kucing liar membalas budi dengan menukarkan jiwanya dengan jiwa si anak kecil agar terbebas dari kematian kerna badai salju.
Yang mengabarkan hal itu roh penjaga hutan
cara baca pertama :anak kecil memanaskan susu dan perapian. uhm...kemana ortunya? (ingat pesan ortu : jangan main api selama mama papa pergi)
cara baca kedua : remaja putri, terkurung di hutan kerna badai salju. Pertanyaan yg sama di mana ortunya? untuk sesuatu yg selalu dilakukannya di saat winter, itu so silly bisa terjebak. Memangnya badai salju di hutan bisa tiba-tiba sesegera padat? ini lagi membicarakan orang yang biasa hidup mencari kayu di hutan di saat winter, kan?
belum lagi kata-kata yang menggambarkan ia tidak bisa bergerak, membeku...kemudian menemukan lubang pohon yang 'harusnya' besar untuk ukuran tubuhnya, kan?...ah!
cara baca ketiga : woman, terkurung di hutan kerna badai salju. ah ya, ini paling mungkin. tapi kan di narasinya, girl...
cara baca pindah ke kemungkinan crita ini fantasi : ok saja siy. darkfantasi. semacam remaja yang senang membantu makhluk lain tapi tanpa disadarinya bantuannya itu membuat nyawa si makhluk bisa digunakan mengganti nyawanya yang terancam. makanya dia gak takut melakukan hal-hal yang bisa membahayakan jiwa.
he.he...panjang ya komentar gw ^_^
heuheu, baru dengan asumsi begitu gw bisa lancar bacanya.
ps. dari pada bolong logika mungkin plot yang tidak bisa dipercaya?
err...kok pointnya gak ke rekam ya? missed dari hp?
Thanks, chie, udah komentar! Ayo kita belajar bersama! :D Nyatanya, cerita saya juga nggak oke-oke amat, kok.
Ho...saya juga juga nggak pernah berpikir rating usia cerita ini tu apa. Btw, thanks sudah berkomentar, elbintang! Melihat dari komentarmu & yang lain, sepertinya kisah ini memang kurang ok, ya?
Btw, logika yang bolong tu bagian mana, ya?
Haha, thanks maximus! Setelah grammar, kini saya akan mulai mempelajari gaya penceritaan. Btw, ni cerita hampir semuanya kubuat lewat HP, jadi maaf ya kalau jelek. XD
Haha terlalu kaku, ya? Mungkin saya bisa mengeksplor diksinya lebih banyak lagi. Jujur saja, saya belum pernah sekali pun menyelesaikan membaca satu novel berbahasa Inggris :).
thanks, anggra!
Tadinya gw pikir crita ini lumayan untk ukuran crita sederhana utk anak2. Bahasanya polos. Tapi kemudian.com gw menemukan kejanggilan yg tdk dkhususkan untk crita anak, malah bs jadi horor. Kerna bagian ekspresi si anak yg datar liat kucingnya mati d dgr suara penjaga hutan.
Tapi pada akhirnya gw berkesimpulan crita ini dbuat dgn ekspresi bhs inggris yg belum benar. Lebih bnyk ekspresi bhs indonesia yg dipindahbhskan saja.
Kalau mau dseriusin sih harusnya bisa lbh baik
anyhow, logika critanya jg bolong.
Tetap menulis!
Uuuh.....
.
kak herjuno, saya setuju ama chie kalau grammarnya no mistake at all, tapi gaya penceritaannya kaku, soalnya sama kaya kak anggra saya juga sering baca novel bahasa inggris >_< , jadi ngerasa gak enak aja bacanya , kurang mengalir kak
.
Mungkin kakak isa sering baca novel english yang bener2 bahasa inggris :), bukan terjemahan. Atau kalau ga sempet beli, baca aja yang online. Kalau mau liat contohnya ada di halaman profil saya bagian favourite novel :)
hmm... juno, maafkan diriku bila komenku kali ini agak sotoy.. >.<
.
aku sering baca novel2 berbahasa inggris, jadi kalo aku membandingkannya dengan novel2 yang kubaca itu, narasimu ini kedengaran kaku. kesannya seperti terjemahan kasar cerita berbahasa indonesia.
(walaupun rasanya memang gak adil kalo aku ngebandingin kamu dengan penulis bule profesional sih.)
.
selain itu aku agak ngerasa si gadis kok kesannya dingin banget ya? padahal kucing itu mati demi dirinya. dan dia cuma bilang,
"I see," said the girl. She looked at the cat's body. "So, you actually paid your debt...," she then picked the cat up.
.
hyaaa~ ampuuunn >.<
nice story. i like it so much, keep writing yaa.., please, call on...