neng cacing, keren ih ceritanyah :D
*gua bukan lagi ngejilat woiii :yawn: *
ini yang komentar kok duduls. sebelom sempet minum minuman beralkohol y keburu mampus duluan secara HCN ajah gitu yang diminum (sianida buuu...kalok gak tau apa bahayanya, cek Om Gugel geura )
Woow... Pengalihan Animal Instinct melalui Fiksi yang begitu Simultan,Padat,Singkat,sedikit Manis dan penuh daya khayal yang Gila, Bravo dan lebih terus berimaginasi Sweet heart dan selamat menjadi daya khayal Liar,nakal,gila,apa yang destructif tentang tulisan, Sekali lagi selamat,dan very-very Gooooood, good Luck.
Aku suka banget ama cerpen mu yang satu ini miss. Rasanya lebih punya nyawa daripada yang sebelumnya. Sekuens dan plotnya juga cukup memberi hentakan.
Berasa baca Asmara GD, the legend of thriller writter in Indo, Miss.
ini salah satu contoh keberhasilan putu wijaya meneror pembaca. kali ini putu mampu melahirkan seorang penulis yang telah mampu meneror pembaca melalui cerita. selamat dan sukses. keren deh. tapi kan sianida berindikasi penyakit jantung bukan yellow fever atau typhus.
Dibanding cerpen-cerpenmu yang lain, cerpen satu ini memiliki aura emosi yang mengentak sejak awal, sekalipun teknik yang dilakukan sederhana saja.
Tapi itulah inti kenikmatannya. kesahajaan teknik membuat penulis bisa lebih fokus mempertahankan emosi dalam cerita. Tentu bukan berarti teknik itu tidak penting diperhatikan. Tapi melihat cerita ini cenderung psikotik, kupikir "mengorbankan" teknik demi suatu emosi cerita sangat sangatlah wajar. Apalagi emosi ini telah sampai pula dengan sempurna kepada pembaca -- aku.
Sedikit sekali obyek cemaran yang bisa kutangkap dalam cerpen ini. mungkin hanya alur cerita yang cenderung berputar saat si tokoh aku mengungkapkan beberapa teori pembunuhannya, terutama saat si tokoh aku menyebutkan dua kali rencana sederhananya yang ingin membunuh menggunakan bantal saja (penyebutan yang pertama telah membuat penyebutan kedua tak memiliki kekuatan yang signifikan saat diutarakan di setengah bagian akhir).
Kucing milik An sanggup menelan batu sebesar bola bekel dan tidak mati. Batu itu ditelan bulat-bulat lalu dimuntahkan kembali beberapa hari kemudian m ... lanjut baca
Hari ini aku melihat lelaki itu di pasar. Dia berdiri di tengah-tengah keramaian, menyebarkan selebaran kepada orang-orang yang berlalu lalang sepanja ... lanjut baca
Aku ingin mengejar gadis kecil itu. Akan kubawa dia pulang begitu kudapatkan. Akan kubersihkan dan kupakaikan daster merah muda. Akan kuberi hadiah bo ... lanjut baca
Suatu sore, abi pulang ke rumah dengan membawa seorang lelaki. “Ini suamimu, Laila!” Dia berkata. Disodorkannya lelaki itu kepadaku, jatuh terjere ... lanjut baca
Aku menggunakan garpu makan berujung tumpul. Kurobek nadi di pergelangan tangan. Cepat dan tanpa pikir panjang. Lalu darah mengalir deras, merintik-ri ... lanjut baca
Being a single means : duduk berjam-jam di dalam cafe Secret Recipe yang terdapat di Cilandak Town Square. Sambil melamun di samping jendela kaca yang ... lanjut baca
Aku tidak akan lupa kecupan di depan Monet itu. Lembut seperti Water Lilies.
London, Tate Modern
“Bangunan ini memenangkan pritzker; kau tahu? ... lanjut baca
original text by Edo Wallad (The Killing Moon*)
couple with* by Miss Worm
Duhai Laila kekasihku, istriku tercinta.
Adalah kalimat itu yang kutu ... lanjut baca
nikmat bacanya. deg2an gimana gitu....
nice twist in the end :)
yeah... keren...
neng cacing, keren ih ceritanyah :D
*gua bukan lagi ngejilat woiii :yawn: *
ini yang komentar kok duduls. sebelom sempet minum minuman beralkohol y keburu mampus duluan secara HCN ajah gitu yang diminum (sianida buuu...kalok gak tau apa bahayanya, cek Om Gugel geura )
ending storynya sadis...
kejam nya.....
=D> sip...akan makin ok kalo ada gambarnya. mau di buatin gambar seperti di www.kaliaja.blogspot.com hubungi aku ja. heheh
:))
wah benar-benar terpesona dengan ceritanya......suer miss...
segi cerita,alur,dan penulisan....... =D> =D>
wah aku harus banyak belajar darimu nih,soalnya kalo nulis cerita mesti mandeg ~X(
*cerita kedua darimu yang kubaca tetap mempesona dan aku yakin masih banyak lagi hal-hal menarik yang bisa kudapat dari cerita-ceritamu....SUGOI!!!!
salam ^_^
Cerita miss worm nggak pernah mbikin bosan dan selalu menarik. Ditunggu buku kumpulan cerpennya ah...
Terus melangkah...
lulus cum laude deh...*nyerah gak bisa nemu kelemahan di cerita ini...hehehe
hemmmmmmmmmmm -.-
Wow....
Speechless
Aku bisa menebak endingnya, but who careees!! XD
Keren banget cara berceritanya! Benar2 mantap.... smpe tak tau mo ngomong apa nih...
Woow... Pengalihan Animal Instinct melalui Fiksi yang begitu Simultan,Padat,Singkat,sedikit Manis dan penuh daya khayal yang Gila, Bravo dan lebih terus berimaginasi Sweet heart dan selamat menjadi daya khayal Liar,nakal,gila,apa yang destructif tentang tulisan, Sekali lagi selamat,dan very-very Gooooood, good Luck.
mestinya saya baca ini dulu waktu mo nulis cerpen tantanganmu^^ akan lebih menginspirasi... heuheuheu...
*KD kenapa hahahehem melulu???
sadis miss...
Kalau dibunuh dengan pisau untuk mengupas buah mangga, dengan terlebih dahulu menyajikan buah mangga tsb untuk dinikmati, terlalu kejam ya?
pintar
hmmm
Ya udah, lu cumlaude !!
akhirnya diposting dsini, aku udah baca di blogmu hehehe. akhir-akhir ini windry suka mengeksplorasi banyak tema penulisan. seru!
Sebuah akhir yang tak terduga...
dari awal sampai akhir... memukau!!
psychological schene banget... kayaknya harus baca dengan cepat dan penuh penghayatan... UUD 45 kaleee...
hasil latihannya kelihatan
dirimu makin "tajam" sis. ^_^
pemilihan judulnya gw suka banget!
Aku suka banget ama cerpen mu yang satu ini miss. Rasanya lebih punya nyawa daripada yang sebelumnya. Sekuens dan plotnya juga cukup memberi hentakan.
Berasa baca Asmara GD, the legend of thriller writter in Indo, Miss.
akhirnya cerita ini diposting ke sini yaahh mbak ...
ini salah satu contoh keberhasilan putu wijaya meneror pembaca. kali ini putu mampu melahirkan seorang penulis yang telah mampu meneror pembaca melalui cerita. selamat dan sukses. keren deh. tapi kan sianida berindikasi penyakit jantung bukan yellow fever atau typhus.
Dibanding cerpen-cerpenmu yang lain, cerpen satu ini memiliki aura emosi yang mengentak sejak awal, sekalipun teknik yang dilakukan sederhana saja.
Tapi itulah inti kenikmatannya. kesahajaan teknik membuat penulis bisa lebih fokus mempertahankan emosi dalam cerita. Tentu bukan berarti teknik itu tidak penting diperhatikan. Tapi melihat cerita ini cenderung psikotik, kupikir "mengorbankan" teknik demi suatu emosi cerita sangat sangatlah wajar. Apalagi emosi ini telah sampai pula dengan sempurna kepada pembaca -- aku.
Sedikit sekali obyek cemaran yang bisa kutangkap dalam cerpen ini. mungkin hanya alur cerita yang cenderung berputar saat si tokoh aku mengungkapkan beberapa teori pembunuhannya, terutama saat si tokoh aku menyebutkan dua kali rencana sederhananya yang ingin membunuh menggunakan bantal saja (penyebutan yang pertama telah membuat penyebutan kedua tak memiliki kekuatan yang signifikan saat diutarakan di setengah bagian akhir).
but, still, i enjoy it.
Keep writing.
Aq suka endingnya...^_^ Ditutup dengan lembut dan elegan.
Miss memang nggak ada matinya, sip!
...akhirnya diposting juga, Wind^^. Kuberi poin aja deh :p
diriku suka banget endingnya, by the way *si pencinta sad ending*
Saksi Bisu
adalah salah satu judul buku Agatha Christie. Dalam prosa ini kok ya jadi cameo ehehehe :D
eniwei, ini tulisan lama. sila dinikmati