Hujan deras mengguyuri daerah Bavaria dan sekitarnya. Negara ini sudah berada di ambang kekalahan. Negara superpower yang bakal menjadi calon pemimpin dunia akan segera sirna. Sementara di atas cakrawala terjadi pertempuran dahsyat antara dua Ace dari dua negara berbeda. Memiliki skill yang berbeda dengan tujuan yang berbeda.
"Here's come the rain...." kata pilot misterius itu.
Baca lebih lanjut (ada 1420 kata)
"This is AWACS. Tiger, aku butuh beberapa waktu sebentar untuk menganalisa pesawat musuh. Untuk sementara, nama pesawat musuh di layar pesawatmu adalah Unknown Ace. Aku akan menganalisa pesawat ini dalam tiga tahap. Tetaplah bertempur, Tiger!" jelas AWACS.
Maka, Keegan memulai dogfightnya dengan menuju ke arah pilot misterius itu. Namun, di saat bertarung seperti ini sang pilot misterius menyalakan lagu beraliran tango. Lagu perpaduan gitar, bandoneon, violin, clarinet, dan beberapa alat musik tiup. Ternyata, bukan sulap bukan sihir pesawat yang bentuknya tak biasa itu mengeluarkan laser di bagian kedua canard nya. Keegan terkejut dan secara reflek menghindar dari serangan laser itu. Setelah itu, Keegan berusaha mencari bagian pesawat yang mudah di tembak.
"Missile launch" ucap Keegan.
Missile Keegan diluncurkan, dan tepat mengenai belakang pesawat musuh. Tapi anehnya, pesawat itu masih bisa terbang meskipun baru saja ditembak oleh Keegan. Mungkinkah adasistem pertahanan terpadu yang melindungi pesawat ini.
"Kau lihat apa yang dunia berikan pada kita? Hanya ketidak adilan yang dunia berikan pada mereka..." desis pilot misterius.
"Aku bertaruh padamu untuk melakukannya, mah' friend..." tambahnya.
Keegan sama sekali tak terpengaruh, dan tetap bertarung dengan nya. Sesekali sang musuh menyemburkan lasernya ke arah Keegan secara membabi buta. Tapi, Keegan masih bisa menghindar dan menembakkan missilenya lagi. Kena, tepatnya di kiri sayap canard musuh. Keegan mengulang aksinya lagi, dan kali ini kena di bagian sayap canard sebelah kanan.
"Tahap pertama selesai di analisa" ucap Warbird.
"Kau pikir kau pintar? Oke, coba hadapi yang ini, mah' friend...." tantang pilot misterius itu.
Sang pilot misterius mengarahkan pesawatnya ke Keegan, dan meluncurkan semacam missile. Missile itu tidak memburu Keegan, melainkan hanya melayang sesaat dan meledak besar. menghamburkan semacam api besar. Api tersebut hampir menjilat badan pesawat Keegan.
"Whoaa!! Apa itu AWACS?" tanya Keegan tercengang.
"Itu Pyromissile. Missile berbahaya yang baru dikembangkan oleh pusat riset Grandenburg. Berhati-hatilah dengan missile itu, Keegan" jawab AWACS.
Keegan mengerti sekarang dan ia harus lebih hati-hati. Sang musuh hanya terbang melakukan manuver rumit sraya Keegan mengejarnya. Barrel Roll, Loop-de-Loop, Kulbit, dan Split S. Keegan tetap fokus pada target, sehingga ia dapat menembakkan missilenya dengan tepat. Tanpa ragu lagi, Keegan meluncurkan missilenya ke arah pesawat musuh ketika musuh meluncurkan Pyromissile. Missile yang diluncurkan Keegan menghantam di bagian kanan sayap belakangnya. Saat missile itu diluncurkan, Keegan langsung menghindar di area sekitarnya. Akhirnya, ia selamat dari Pyromissile tersebut.
"Kau tahu, mah' friend. Dunia ini begitu sempit bagi kami. Sehingga kami akan meluaskan wilayah kami untuk ruang hidup kaum Arya yang sempurna" kata pilot misterius itu.
Keegan tetap mengendalikan pesawatnya dengan keahliannya. Memuntahkan gun ke arah musuh dari bawah. Kemudian, dilanjutkan dengan peluncuran missilenya ketika musuh berusaha menghindar. Missile itu memburu pesawat musuh dan kena tepat di perutnya.
"Tahap kedua selesai dianalisa" ucap Warbird.
"It's time....." sang pilot misterius menekan sebuah tombol merah di sampingnya.
Tiba-tiba, beberapa kenop berbentuk bundar yang terletak di Der Wieben dam terbuka. Ternyata, itu adalah rudal MV-3 cadangan yang memang disiapkan untuk mengantisipasi terjadi kerusakan pada MV-3 utama. Ide itu tak lain dari gagasan pilot misterius itu sendiri. Ia juga mengendalikan peluncuran MV-3 cadangan.
"Dammit. Ten missile confirmed launch" kata Warbird.
Sebuah pemandangan mengerikan tergambar di mata Keegan. Pesawat musuh melayang dengan gemulai, sementara di belakangnya ada sepuluh rudal MV-3 ang baru diluncurkan olehnya. Betapa mengerikannya pemandangan itu bagi Keegan. Dunia Avinonic akan musnah di tangan pilot itu.
"Too late, mah' friend. World is not fair. We must reset this "twisted" world into "zero" with this MV-3. And entrust the better future to us" desis pilot misterius dengan nada kejam.
Sementara itu, Keegan masih melayang di udara. Baru saja menerima pesan dari AWACS Warbird.
"This is AWACS. Listen up, Keegan. Aku baru saja menganalisa keseluruhan pesawat itu. Pesawat itu namanya J-XX, dipiloti oleh raja Ace bernama Hermann Boering, callsign König yang artinya Raja. Pesawat ini dilengkapi oleh jammer. Bagian terlemah dari pesawat itu ada di air intakenya, jadi kamu harus bertarung secara head-on. Aku tampilkan gambarnya" jelas Warbird.
"Segera, kalahkan König. Hanya kamu yang bisa mengalahkannya. Lord Ace of Semmeria, aku berdoa untuk keberhasilanmu...." dukung Warbird pada Keegan.
****
Inilah bagian tersulit bagi Keegan. Ia harus menembak sang musuh bebuyutan secara head-on atau tatap muka. Ini seperti aksi seorang Matador menghadapi banteng. König Matadornya dan Keegan bantengnya. Keegan langsung menaikkan throtometernya ke tingkat tinggi, kemudian melaju menuju pesawat musuh dengan head-on. Sang musuh meluncurkan missile XMAA nya, sementara Keegan baru meluncurkan missile SAAM nya. XMAA memang lebih ganas ketimbang SAAM, tapi Keegan mengandalkan kelincahan pesawat F-16E nya ditambah kemampuan bermanuvernya.
"~Olee!!" seru König.
Keegan memang baru melepaskan missile nya dan kena di bagian air intake musuh. Keegan melayang agak menjauh dari pesawat musuh. Bukannya ingin kabur, melainkan mengambil jarak ideal untuk menambah kecepatannya dan akan melaju kencang menghajar musuh secara head-on.
"Kau tahu, mah' friend. Aku teringat oleh teman seperjuanganmu yang gugur di pertempuran. Yang satu memakai F-22 Raptor dan yang satunya lagi memakai F-15C Eagle. Mereka ternyata payah. Tidak sepertimu..." ujar König.
Keegan terkejut ketika mendengar ucapan musuhya.
"Ja.... Jadi.... Kamu selama ini membunuh teman-temanku....??" tanya Keegan gemetar.
"Ja, mah' friend...." jawabnya sinis.
"Takkan kumaafkan perbuatan kejam mu itu!!" geram Keegan.
Keegan kemudian berusaha mengulang aksinya tadi. Sang musuh dengan sigap mengeluarkan dua XMAA sekaligus. Keegan terkejut. Dirinya belum siap meluncurkan missilenya. Yang bisa ia lakukan hanya menghindar dari dua XMAA itu dan menjauh dari pesawat siluman itu.
"Try again from head-on!" seru sang musuh.
Keegan tidak menyerah rupanya. Ia berusaha melakukan aksi serupa, menghindar agak jauh dan mengambil ancang-ancang untuk menghadapi si musuh. Keegan tak hanya bertarung melawannya, tetapi juga melawan waktu. Karena, MV-3 akan menghantam seluruh ibukota negara Sekutu dalam waktu lima jam. Jika lebih dari itu, MV-3 akan menghantam ke seluruh ibukota -negara Sekutu dan menghancurkan seluruh dunia, termasuk Semeria.
Akhirnya, keberuntungan berada di pihak Keegan. Saat melakukan kasi yang sama, Keegan meluncurkan dua SAAM sekaligus dari jarak agak jauh. Bersamaan dengan sang musuh meluncurkan XMAA nya. Ternyata, tanpa ia sadari bahwa missile Keegan yang tertutup oleh asap missile XMAA König. Lantas, missile Keegan menghantam pada air intake untuk kedua kalinya. Tak lama kemudian, pesawat J-XX yang merupakan pesawat experimen mutakhir berteknologi siluman itu meledak secara beruntun.
"Ssshhhh!!!!!!" desis König mengungkapkan rasa kesalnya karena baru dikalahkan.
"Ssssssssshhhhhhhhhhhh!!!!!!!!"
Pesawat J-XX tersebut terus meledak secara beruntun, kemudian berpapasan dengan pesawat F-16E Keegan. Dan akhirnya, pesawat tersebut hancur meledak di belakang Keegan. Otomatis, rudal MV-3 itu berhenti diarahkan ke tujuan dan malah berbalik meluncur ke arah Grandenburg. Bahkan AWACS Warbird pun dapat melihat proses stall dan meluncur rudal tersebut.
"Lord Ace, kau berhasil!! Perang ini benar-benar usai!! Kita menang!!" teriak Warbid bangga.
Keegan merasa lega karena perang yang berkecamuk hampir dua tahun ini akhirnya selesai juga. Dirinya akan merencanakan sesuatu hal besar yang akan merubah hidupnya kelak.
"Ayo, Keegan. Kita pulang ke rumah kita. Kita tak mau menunggu mereka terlalu lama, bukan?" ajak AWACS Warbird pada Keegan.
"Yoooohhooo!!!" Keegan berteriak kegirangan. Mengungkapkan rasa senangnya yang tiada tara.
****
8 Oktober 2013
Grandenburg benar-benar seperti neraka. Hancur. Luluh lantak oleh senjatanya sendiri. Musnah oleh hasil pemikiran para ilmuwan jenius yang dibanggakannya. Benar-benar seperti neraka Semua orang tewas, termasuk sang Fuehrer Adolf Hustler. Tiada stu makhluk hidup pun yang masih hidup disana. Grandenburg langsung menjadi negara mati. Sepuluh rudal MV-3 setara dengan satu bom atom.
9 Oktober 2013
Setelah mengetahui hancurnya Grandenburg, Kagetora menyatakan kalah perang dari Semmeria. Kagetora takut, selama ini negara penyokong kekuatan militernya hanya Grandenburg. Namun setelah "sobat" nya hancur, Kagetora tak bisa berbuat apa-apa kecuali pernyataan kalah perang. Sebagai hukumannya, Semmeria menduduki beberapa pulau di Kagetora sebagai markas angkatan lautnya.
Sementara di Semmeria, Reon Squadron langsung dipuja oleh masyarakat luas. Mereka mengelu-elukan skuadron yang didalamnya terdapat sang Lord Ace yang melegenda itu. Langsung saja, Reon Squadron dipuja bak selebritis. Namun, sehari setelahnya pemerintah Semmeria merahasiakan kehidupan ketiga pilot Reon Squadron. Meskipun ada isu bahwa Keegan menikah dengan Yuka, pemerintah merahasiakannya dengan membantah isu tersbeut. Beberapa hari kemudian, pemerintah menyatakan bahwa Keegan betul menikah dengan Yuka. Tapi, jika ada orang yang ingin mengontaknya bisa langsung dengan pengacaranya.
Dunia Avionic kembali damai. Seluruh dunia mengharapkan tak ada lagi perang yang mencekam di dunia ini. Warga dunia mengambil pelajaran dari perang yang lalu, bahwa terbang menjadi Ace tak selamanya membanggakan.
"What is peace? What is justice? For some ordinary people, it was just a term. But for me, it is something that should be idolized and held in a solid"
- Keegan "Lord Ace" Santiago, Reon Squadron's Ace.
............................The End............................
Ah tamat juga. Ternyata gag ada unsur kejutan dengan si mah friend ini. Dan akhirnya serasa kurang gereget. No drama.
Berarti sekarang lanjut ke sniper series-nya.