Baca lebih lanjut (ada 760 kata)
Langit luas tanpa batas terlihat jelas oleh sempat pilot yang mengendarai burung besi F-16E Fighting Falcon berwarna abu-abu dengan garis biru melintang di kedua sayapnya itu. Melayang dengan bebasnya membelah udara. F-16E Fighting Falcon versi Block 60 adalah modifikasi mutakhir dari F-16C. Meskipun tidak ada perbedaan fisik yang mencolok, namun kemampuan manuvernya boleh dibilang jempolan untuk ukuran kelas fighter. Pesawat yang dilengkapi oleh Jammer ini dipesan khusus dari World Assembly untuk operasi invasi terhadap Grandenburg. Popularitas serial F-16 tahun ini mulai dipandang sebelah mata. Pasalnya, banyak pilot saat ini yang senang dengan pesawat berbadan tambun atau gahar namun tetap mampu bertarung di udara. Padahal serial F-16 mulai populer sejak awal tahun pembuatan prototipenya, 1973.
"Pilot, check your altitude and prepare for refueling...." ucap seorang instruktur air refueling lewat radio.
Kali ini, Reon Squadron akan melakukan air refueling setelah 15 jam mengudara tanpa henti. Pesawat B-737 versi air refueler melayang dengan perlahan. Seakan benda itu berhenti di udara. Sebuah tiga selang kecil menjalar keluar dari kedua sayap dan buntut pesawat. Dengan perlahan, pesawat Keegan, Yuka, dan Arvin diarahkan menghampiri selang kecil yang akan terhubung ke sebuah tonjolan yang dapat dimasukkan ke dalam pesawat yang disebut "buddy store". Tak lama kemudian, pesawat mereka telah terhubung dengan selang tersebut. Meerka telah selesai mengisi ulang bahan bakarnya dan kini giliran Brian untuk melakukan air refueling.
"You pretty good, pilots..." puji instruktur air refueling setelah Brian melakukan air refueling.
****
"Reon Squadron, ini AWACS Warbird..." ucap AWACS Warbird mendadak.
"Warbird!! Dari mana saja kau?!" kejut Yuka dengan senang.
"Yo, Warbird!! Akhirnya kita bisa berkumpul bersama lagi" seru Arvin.
"Aku dari tadi membuntuti kalian diam-diam. Soalnya ini kejutan" jawab Warbird.
"Sekarang ini bukan kejutan lagi, Warbird" kata Keegan.
"Anyway, sekitar 20 mil lagi kalian akan menemui rombongan kapal aircraft carrier Taskforce 58. Usahakan untuk mendarat di kapal Semmeria" jelas Warbird.
"Roger that" jawab Keegan.
Dua puluh mil kemudian, mereka melihat rombongan kapal aircraft carrier dari Taskforce 58. Banyak sekali kapal-kapal dari berbagai negara yang terpilih oleh World Assembly mengapung di perairan luas. Ukuran kapalnya pun bervariasi, ada yang besar dan ada yag kecil. Pilot-pilot Reon Squadron dengan cermat melewati sekaligus mencari dimana kapal aircraft carrier Semmeria. Akhirnya, mereka menemukan kapal aircraft carrier yang dicari itu. Dengan persetujuan kapten kapal, Reon Squadron mendarat di sebuah kapal bernama SNS Vimana.
****
Esok harinya, pilot Reon Squadron kembali mengudara. Setelah mereka beristirahat, mereka langsung mandi dan berkemas mengenakan pakaian pilotnya. Dinaikkinya pesawat F-16E tersebut. Reon Squadron adalah satu dari puluhan skuadron udara yang ikut ambil bagian dalam misi genting ini. Pesawat dari skuadron lain pun juga ikut mengudara. Mereka terbang menuju timur Grandenburg yang diyakini sebagai jalan tersembunyi untuk menginvasi negara fasis itu.
"Whoah.... Ini akan menjadi invasi massal yang paling dahsyat...." gumam Arvin melihat gerombolan pesawat Sekutu terbang.
"Teruslah terbang! Kita akan menuju Der Wieben...." ujar Warbird.
"Der Wieben?" Keegan heran ketika mendengar nama tersebut.
"Itu adalah sebuah waduk lama yang tak terpakai lagi. Sebenarnya aku tak tahu apa artinya Der Wieben ini" jawab Warbird.
"Whatever..." gerutu Keegan santai.
****
Bavaria Plains, 7 Oktober 2013, Bavaria, East Grandenburg
Setelah lima jam lamanya mereka terbang, mereka akhirnya sampai ke timur Grandenburg tanpa terdeteksi musuh. Untuk menuju waduk Der Wieben, mereka harus melewati Bavaria Plains yang dikenal "angker" oleh Ace di seluruh dunia. Tempat ini ada yang bilang bahwa tempat pembantaian kaum fasis Grandenburg terhadap kaum Yahudi, komunis, dan orang cacat fisik pada Perang Dunia Avionic Kedua. Kini, tempat itu mulai terlupakan oleh pandangan dunia.
"Keep your eyes peeled, pilots..... Mungkin saja ada Luftwaffe berpatroli disini" kata Keegan dengan sigap.
"Aku.... Aku mulai ketakutan....." Yuka pun mulai ketakuan dengan tempat ini.
"Percaya padaku, Swan. Aku akan melindungimu dari atas" kata Keegan menenangkan Yuka. Yuka pun hanya bisa bernafas lega.
Tiba-tiba ada kejadian aneh. Dua skuadron Taskforce 58 ditembak jatuh secara misterius. Padahal, radar mereka tak menunjukkan adanya tanda-tanda musuh. Jangankan musuh, tanda-tanda kehidupan pun tiada.
"Dua skuadron kita telah ditembak jatuh!!" seru AWACS Warbird.
"Dammit!! Reon Squadron engaging!!" ucap Keegan mewakili skuadronnya.
Radar pesawat Reon Squadron memang tak bisa menangkap sinyal musuh, namun AWACS Warbird berusaha mencari musuh tersebut.
"Boogies at 9 o'clock...." tunjuk Warbird.
Ternyata benar, ada empat skuadron musuh dengan pesawat Eurofighter Typhoon datang menyergap Reon Squadron. Tak lain dan tak bukan adalah Reopold Squadron, musuh bebuyutan Keegan.
"Keegan Santiago...." geram Reopold 1.
"Semmerian dogs must die!" ujar Reopold 2.
"Mari tunjukkan kepada anjing itu kalau kita yang sempurna" kata Reopold 3 sombong.
"Demi ras Arya!!" seru Reopold 4.
Maka dogfight pun akan dimulai...
Bersambung...
Lanjut.
Opera van Java Avenged Sevenfold? wakakakakakaka! namanya aja sih lucu, tapi cuma namanya aja, kok. jadi keinget foto editan temen, personel A7X tampangnya diganti Ajis-Andre-Sule-Parto-Olga. wakakakakakaka! (berguling2)
Lho? bukannya Reopold sudah ada di cerita sebelumnya?
jgn lupa, mangkal juga di cerita ane, cos kayaknya hirata-kun juga blom kasi komen juga, hehehe...
Wekekeke..... Iya tuh, namanya emang bikin ngakak *ketawa sendiri kyk orgil*
Uhm, kalo ga salah Reopold emang ada di cerita sebelumnya, tapi belum defeat sama Keegan kan? Nah, ntar di part 2 nya baru pelampiasan deh. Tunggu aja dan trims dah berkunjung
Hmmm...tumben yg ini singkat jg. Ada apa?